Harga HP - Harga Microsoft Lumia 435. Bagi pengguna yang menggandrungi produk-produk dari Nokia nampaknya akan merasa kecewa ketika mengetahui bahwa pabrikan asal Finlandia tersebut diakuisisi oleh Microsoft. Setelah saham berhasil digenggam, Microsoft langsung menggebrak peradaban smartphone entry-level di awal tahun 2015 ini dengan meluncurkan Microsoft Lumia 435. Yap, nama Lumia masih dipercaya untuk mengangkat pamor perangkat windows yang terus menerus tergerus dengan keberadaan smartphone Android dan iOS. Microsoft Lumia 435 diharapkan mampu bersaing dengan produk-produk entry-level dari vendor lain semacam Asus Zenfone C dan Samsung Galaxy J1 yang sama-sama baru dirilis untuk membuka awal tahun ini.

harga microsoft lumia 435

DESAIN MICROSOFT LUMIA 435

Microsoft Lumia 435 masih identik dengan produk-produk Lumia ketika masih berada di genggaman Nokia. Bodi berdimensi 118.1 x 64.7 x 11.7 mm yang dimiliki Lumia 435 terbungkus rapi dengan cover berbahan plastik dalam beberapa versi warna nyentrik seperti hitam, putih, hijau, dan orange. Dengan dimensi bodi yang tidak terlalu besar, perangkat ini pun dinilai cukup ringan karena hanya memiliki bobot seberat 134.1 gram sehingga sangat nyaman dan praktis untuk ditenteng kemanapun. Cover belakang Lumia 435 mendapatkan finishing matte sehingga terasa kokoh dan tidak licin di tangan. Namun sayang, sudut bodi Lumia 435 memiliki bentuk kurang bulat sehingga terasa kaku dan pegal di telapak tangan ketika menggenggam perangkat ini dengan waktu yang cukup lama.

Di bagian muka, pengguna akan menjumpai permukaan dengan tiga tombol kapasitif di bawahnya yakni Back, Menu, dan Search sementara di atas layar terdapat logo Microsoft, kamera depan, dan sensor jarak. Cover belakang Lumia 435 dihias oleh adanya kamera utama, logo Microsoft yang ditanam secara vertikal, dan loudspeaker. Di sisi kiri bodi, Microsoft menanamkan tombol pengatur volume dan tombol power/lock sementara di sisi kanan dibiarkan polos tanpa ditemui port atau kontrol apapun. Sisi atas bodi terlihat cukup padat karena Microsoft menempatkan port microUSB dan jack audio 3.5 mm sekaligus di sana sedangkan sisi bawah bodi dibiarkan telanjang. Microsoft menempatkan slot microSD dan slot SIM Card di balik cover belakang menemani bongkahan baterai. Dengan demikian untuk menemukan kedua slot tersebut pengguna harus membuka cover belakang perangkat ini.

LAYAR MICROSOFT LUMIA 435

Lumia 435 membawa layar berukuran 4.0 inchi yang berupa layar kapasitif (sentuh) tanpa embel-embel tipe dari TFT, AMOLED, ataupun IPS. Namun demikian, layar dengan resolusi 480 x 800 pixels ini dibekali kemampuan untuk memproduksi warna hingga 16 juta warna. Selain itu, layar Lumia 435 ini juga telah dilengkapi dengan fitur multitouch sehingga masih dapat merespon sentuhan pengguna meskipun pengguna menggunakan lebih dari satu jari secara bersamaan. Dengan dimensi layar dan resolusi yang dimiliki, membuat layar ini memiliki kerapatan pixel yang terbilang kecil yakni hanya 233 ppi. Tidak ada proteksi apapun yang disematkan Microsoft pada layar milik perangkatnya ini sehingga masih sangat rentan tergores.

Spesifikasi layar Lumia 435 yang pas-pasan, membuat kualitas tampilan yang dihasilkan pun ala kadarnya. Kerapatan pixel yang sangat kecil berdampak pada rasio kontras layar yang terlihat kurang tajam. Selain itu, rendering warna yang dilakukan layar ini pun terlihat kurang natural bahkan terkesan sangat jenuh. Ketika digunakan di bawah sinar matahari langsung, layar tersebut memiliki tingkat keterbacaan sangat rendah karena tingkat reflektifitas layar terhadap sinar matahari terbilang sangat tinggi. Meskipun demikian, layar ini masih dapat dikategorikan cukup layak untuk sekedar melihat foto ataupun menonton video.

HARDWARE DAN SOFTWARE MICROSOFT LUMIA 435

Demi menopang kinerja Lumia 435, Microsoft menjatuhkan pilihan pada chipset Qualcomm dengan seri MSM8210 Snapdragon 200. Perangkat ini masih menggunakan prosesor dengan dua inti alias Dual-Core Cortex-A7 berkecepatan 1.2 GHz. Prosesor tersebut juga masih digunakan Samsung Galaxy J1 namun dengan chipset berbeda yakni Spreadtrum. GPU Adreno 302 yang digunakan perangkat ini akan menopang seluruh kinerja grafis selama pengoperasian sementara kinerja multi-thread akan dibantu oleh RAM dengan kapasitas 1 GB. Microsoft membekali perangkat ini dengan kapasitas memori internal sebesar 8 GB. Separo dari total kapasitas memori internal tersebut akan digunakan Microsoft untuk beberapa aplikasi pre-installed di dalam Lumia 435 sehingga pengguna hanya akan menikmati kapasitas memori internal sekitar 4 GB. Jika dirasa masih kurang, pengguna dapat menyelipkan memori eksternal pada slot microSD hingga 128 GB untuk menambah kapasitas penyimpanan.

Dari segi performa, Microsoft Lumia 435 masih terbilang baik karena dibekali dengan spesifikasi dapur pacu mumpuni untuk kelas smartphone murah. Performanya jauh lebih baik dari Samsung Galaxy J1 terutama dalam menopang kinerja multi-thread karena Galaxy J1 hanya dibekali RAM 512 MB. Prosesor Dual-Core dapat dikatakan sudah lapuk untuk smartphone anyar, namun performa yang dihasilkan oleh prosesor tersebut masih cukup responsif dan halus. Namun ketika perangkat ini menopang kinerja multi-thread dengan jumlah aplikasi yang berjalan terlampau banyak, performa Lumia 435 akan menurun drastis karena terasa begitu tersendat ketika dioperasikan. Selain itu, perangkat ini terasa gampang panas ketika sedang digunakan untuk menjalankan aplikasi-aplikasi berat.

Sama seperti seri Lumia sebelumnya, Microsoft Lumia 435 menggunakan sistem operasi Microsoft Windows 8.1 disertai janji upgrade ke Windows 10. Meski kalah saing dengan OS Android dan iOS, bukan berarti smartphone Windows adalah smartphone jelek. Sistem operasi ini terbukti mumpuni untuk meningkatkan kinerja Lumia 435 agar lebih responsif dan smooth ketika dioperasikan. Bagi pengguna yang sudah pernah menggunakan perangkat Windows, tentunya tidak asing dengan tampilan UI dari sistem operasi ini. Microsoft sengaja membatasi tampilan semua handset Windows 8.1 dengan interface yang sama sehingga tidak pengguna tidak akan canggung meski perangkat ini mengadopsi OS terbaru dari Microsoft. Perbedaan mencolok dari OS Windows 8.1 ini adalah telah disematkannya Notification Center, Lockscreen, dan gambar untuk latar belakang Live Tiles. Notification Center dapat dibuka dengan cara menggulung layar dari bar atas seperti pada smartphone Android. Pada halaman tersebut juga terdapat beberapa pengaturan seperti Bluetooth, Wi-Fi, Camera, Kontras Layar, dan sebagainya.

Meski tampil sebagai smartphone murah, perangkat ini dibekali dengan kekayaan aplikasi di dalamnya. Terdapat aplikasi Office dari Microsoft yang tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita yakni MS Office. Aplikasi ini dapat digunakan untuk melihat, membuat, dan mengedit file dokumen seperti Word, Excel, dan Power Point. Aplikasi OneNote di dalam Lumia 435 memiliki fungsi sama seperti aplikasi Note atau Catatan di dalam smartphone lain. Selain itu, Microsoft juga menyematkan beberapa aplikasi pre-installed lain seperti Microsoft Travel, Sports, Finance, Food & Drinks, News, Kalender, Storyteller, Creative Studio, Games Hub, dan sebagainya. Aplikasi Maps yang ada di dalam Lumia 435 bukanlah Google Maps seperti yang biasa ditemukan smartphone Android. Microsoft memanfaatkan HERE Drive+ sebagai aplikasi Maps pada perangkat ini karena memiliki kemampuan sama baiknya dengan Google Maps. Sama seperti Google Maps, aplikasi tersebut dilengkapi pula dengan fitur navigasi suara dalam berbagai bahasa sehingga sangat membantu pengguna ketika sedang berkendara.

Aplikasi bernama Photos di dalam Lumia 435 akan menyajikan seluruh koleksi foto dan video milik pengguna yang disusun berdasarkan waktu pengambilan. Pengguna dapat menyortir koleksinya berdasarkan album dan favorite melalui menu Photo Settings. Selain pengaturan sortir, pada Photo Settings disediakan pula pengaturan untuk auto upload ke OneDrive disertai kualitas file yang akan diunggah. Ketika hendak berbagi konten foto atau video melalui Bluetooth, pengguna harus mengaktifkan terlebih dahulu Bluetooth tersebut karena ketika Bluetooth dalam kondisi tidak aktif maka pilihan untuk berbagi melalui Bluetooth tidak akan muncul. Untuk mengedit foto, pengguna dapat memanfaatkan aplikasi Creative Studio yang telah disediakan Microsoft di dalam perangkat ini.

Aplikasi pemutar video terdedikasi yang dimiliki Lumia 435 bernama Video yang dapat memutar beberapa format video seperti MP4 dan H.264 Player. Aplikasi ini juga dilengkapi kemampuan untuk menampilkan subtitle dalam berbagai format. Beberapa pengaturan untuk menyesuaikan telah disematkan pada aplikasi ini seperti jenis font, warna font, dan ukuran font subtitle. Untuk menampilkan subtitle, pengguna harus menyimpan file subtitle dengan nama yang sama seperti nama file video karena subtitle tidak akan ditampilkan jika pengguna menginputnya secara manual. Denganr resolusi layar Lumia 435 yang minim, membuat aplikasi ini berjalan tersendat-sendat ketika memutar video dengan resolusi HD 1080p. Namun ketika resolusi diturunkan sedikit, video dapat diputar dengan lancar tanpa terasa tersendat seperti ketika memutar resolusi HD.

Koleksi lagu milik pengguna dapat dimainkan di dalam perangkat ini dengan menggunakan aplikasi pemutar musik terdedikasi. Koleksi lagu akan dikelompokkan berdasarkan Songs, Albums, Artists, Genres, Playlists, dan Radio. Format audio yang dapat diputar melalui aplikasi ini antara lain MP3, WAV, dan eAAC+ Player. Tersedia pengaturan Equalizer dan Enhancement di dalam menu Settings aplikasi ini. Equalizer menyediakan beberapa preset audio seperti Jazz, Rock, Folk, Classic, Pop, dan sebagainya serta satu pilihan custom agar pengguna dapat menyesuaikan sendiri keluaran suara sesuai keinginan. Di dalam Microsoft Lumia 435, si vendor juga telah menanamkan aplikasi FM Radio with RDS sebagai alternatif hiburan untuk pengguna. Tentunya pengguna masih harus menancapkan headset jika ingin menikmati layanan Radio tersebut.

Micorosft membenamkan baterai berjenis Li-Ion dengan daya sebesar 1560 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 11 jam 45 menit talktime dalam jaringan 3G. Baterai tersebut dirasa masih sangat minimal untuk menopang kinerja perangkat ini dengan waktu yang lama. Pengguna cukup diuntungkan dengan sifat baterai non-removable yang dimiliki perangkat ini sehingga dapat dilepas dan diganti dengan baterai cadangan jika pengguna tidak sempat mengisi daya baterai.

KONEKTIVITAS MICROSOFT LUMIA 435

Sebagai smartphone kelas menengah ke bawah apalagi dengan banderol harga yang murah, sangat wajar jika Microsoft belum menyematkan dukungan 4G LTE ke dalam Lumia 435. Yap, perangkat ini masih akan bergantung pada jaringan 2G dan 3G untuk mendapatkan koneksi. Namun demikian, pengguna masih akan mendapatkan koneksi cukup cepat ketika berinternet ria karena Lumia 435 mampu berakselerasi dengan kecepatan koneksi 21 Mbps Downlink 5.76 Mbps Uplink ketika berada dalam jaringan 3G HSPA. Microsoft pun menyematkan Wi-Fi 802.11 b/g/n yang akan menangkap sinyal hotspot sebagai alternatif bagi pengguna untuk mendapatkan koneksi internet. Pengguna juga dapat berbagi koneksi internet miliknya kepada perangkat lain dengan mengaktifkan Hotspot Portable di dalam menu pengaturan Lumia 435. Fitur konektivitas perangkat ini terlihat semakin lengkap dengan adanya Bluetooth v4.0 (A2DP) dan microUSB v2.0. Yang mengejutkan justru terlihat pada spesifikasi GPS di dalam tubuh Lumia 435 dimana si vendor menyematkan dua dukungan sekaligus pada GPS tersebut yakni A-GPS dari Amerika dan GLONASS dari Rusia. Dengan demikian, GPS milik Lumia 435 akan mampu mengunci lokasi perangkat ini dengan sangat cepat dan akurat.

Seperti halnya Windows versi PC, smartphone Windows pun memanfaatkan Internet Explorer sebagai browser default. Fitur yang dimilik browser ini terbilang lengkap dengan adanya mode Reading yang akan menyajikan artikel-artikel dalam sebuah halaman website dengan tampilan mirip E-Book. Selain itu, browser ini dilengkapi pula dengan fitur standar seperti Share, Find on Page, Favorites, Cookies, History, Bookmark, dan sebagainya. Dari segi performa, Internet Explorer tidak kalah baiknya dengan Google Chrome yang banyak disematkan vendor pada smartphone Android. Dalam menampilkan halaman website dengan versi desktop, browser ini pun terbilang sangat baik karena terasa begitu smooth tanpa kendala apapun. Sayang performa browser ini akan menurun ketika jumlah multitab yang dibuka terlalu banyak.

KAMERA MICROSOFT LUMIA 435

Microsoft Lumia 435 hanya dibekali kamera utama 2 MP tanpa dilengkapi autofocus dan LED Flash. Kamera tersebut hanya dapat menghasilkan foto dengan resolusi 1600 x 1200 pixels dan merekam video dengan kualitas [email protected] Selain kamera utama, perangkat ini dilengkapi dengan kamera depan meski hanya memiliki resolusi VGA. Dengan spesifikasi tersebut, hampir dapat dipastikan hasil jepretan kamera Lumia 435 akan tertinggal dari hasil kamera smartphone entry-level lain. Sebut saja Asus Zenfone C dengan kamera 5 MP dan Samsung Galaxy J1 yang menggunakan kamera 8 MP. Dibandingkan dengan produk-produk Android One besutan Google dengan vendor lokal, spesifikasi kamera milik perangkat Android One jauh lebih baik dari yang dibawa Lumia 435 padahal dibanderol dengan harga yang sama-sama murah.

Hasil jepretan kamera ini terlihat memiliki banyak noise di sekeliling gambar disertai pewarnaan jenuh meskipun detail gambar masih cukup bagus. Ketiadaan LED Flash dan Autofocus jelas sangat berpengaruh pada hasil gambar ketika pengambilan dilakukan di tempat dengan kondisi minim cahaya. Hasil rekaman video pun senada dengan hasil jepretan foto karena rendering warna yang dihasilkan dalam video tersebut sangat lah buruk. Meskipun demikian, untuk sekedar menjepret foto dan merekam video kamera ini masih terbilang cukup.

HARGA MICROSOFT LUMIA 435

Ekspansi smartphone Windows untuk memecah dominasi iOS dan Android di awal tahun ini dimulai dengan kehadiran Microsoft Lumia 435. Harga perangkat ini berada di kisaran Rp. 800.000,- sampai Rp. 900.000,- sehingga akan bersaing dengan Nexian Journey One yang memiliki rentang harga nyaris sama. Dengan harga tersebut maka dapat dimaklumi jika Microsoft hanya menyematkan spesifikasi ala kadarnya pada Lumia 435. Desain yang dibawa Lumia 435 jauh dari kesan elegan dan premium namun justru mengedepankan kesan colorfull karena membawa beberapa pilihan warna cover yang sangat nyentrik. Layar 4.0 inchi yang dimiliki perangkat ini memliki resolusi 480 x 800 pixels yang membuatnya memiliki kerapatan 233 ppi. Kualitas layar ini pun terbilang sangat minim karena tampilan layar kurang memiliki kontras dan pewarnaan yang sangat jenuh.

Chipset Qualcomm Snapdragon 200 di dalam perangkat ini dinilai sudah terlalu lapuk untuk sebuah smartphone anyar di tahun 2015. Chipset tersebut bekerja dengan prosesor Dual-Core 1.2 GHz Cortex-A7, RAM 1 GB, dan GPU Adreno 302. Perpaduan komponen-komponen tersebut memberikan performa yang terbilang apik meskipun masih kurang memuaskan ketika menopang kinerja multi-thread. Sistem operasi Windows 8.1 yang disematkan Microsoft ke dalam perangkat ini dapat diupgrade menjadi Windows 10 nanti ketika upgrade tersebut disediakan.

So, itu merupakan salah satu kelebihan yang ditawarkan Lumia 435, karena dengan harga yang murah meriah pengguna akan dapat menikmati sistem operasi Windows paling anyar. Sayang, perangkat ini hanya dibekali kamera utama 2 MP dan kamera depan VGA yang tentunya akan sulit bersaing dengan perangkat entry-level lain yang rata-rata sudah menggunakan resolusi di atas 2 MP. Di era jaringan 4G, Microsoft juga belum membekali perangkat ini dengan dukungan jaringan 4G LTE. Selain itu, baterai Li-Ion 1560 mAh milik Lumia 435 dirasa kurang mumpuni untuk menopang segala aktivitas perangkat ini seharian karena hanya mampu bertahan selama 11 jam 45 menit talktime.Meski membawa spesifikasi ala kadarnya, harga murah yang dipatok Microsoft untuk Lumia 435 ini menjadi daya tarik tersendiri sehingga sangat cocok bagi pengguna yang menginginkan sebuah smartphone tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Last edited 19 April 2015